Mengapa berani berbuat DOSA???

Mengapa?, ya.., mungkin inilah pertanyaan yang sering ditanyakan kepada orang lain untuk mengetahui sesuatu yang lebih, tapi pertanyaan ini juga lah yang sering dilupakan oleh seseorang terhadap dirinya sendiri, jika Anda merasa hal ini benar dan Anda mengakuinya maka Anda termasuk orang yang beruntung, selamat…, semoga dengan membaca artikel ini Anda sekalian sudah termasuk orang yang bermuhasabah,

Mengapa berani berbuat DOSA???, mungkin sebagian kecil orang yang tahu tapi mungkin juga banyak orang yang tahu tapi ngga’ mau tahu dan ngga’ mau mengerti, ada banyak hal yang membuat seseorang berani berbuat dosa, diantaranya:

  1. ngga’ bisa atau ngga’ mampu/ mau berpikir jauh ke depan sehingga tidak dapat memprediksikan dampak ke depannya gimana,
  2. menuruti nafsu sesaat,
  3. terpengaruh pergaulan dan lingkungan
  4. di dorong oleh kebutuhan yang mendesak
  5. angan yang terlampau jauh padahal tidak mampu sehingga mengambil jalan pintas
  6. terlalu optimis akan kehidupan esok yang lebih baik, dan masih banyak hal yang lain

Diantara point-point yang saya sebutkan di atas mungkin ada salah satu hal yang pernah Anda tempuh, ya…ngga’ apa apa, yang sudah berlalu biarlah berlalu mari kita tempuh ke depan yang lebih baik, semoga Allah memberi kita kekuatan dan kita terus berusaha untuk berbuat yang lebih baik, a..mi..n..

Diantara point di atas yang paling membuat saya berpikir “Mengapa berani berbuat DOSA???” adalah point no. 6  yaitu seseorang tersebut terlalu optimis bahwa mereka besok masih hidup dan bisa memperbaiki kesalahan mereka di waktu yang akan datang, padahal Allah dalam ayat-Nya berfirman jika manusia diberi kesempatan untuk hidup lagi di dunia ini maka manusia itu akan tetap berbuat yang sama seperti yang sudah dia lakukan sebelumnya, karena Allah Maha Tahu,

Untuk mencegah hal-hal di atas mari kita lakukan hal-hal berikut:

  1. meningkatkan iman dan taqwa
  2. mengendalikan hawa nafsu
  3. memperbaiki pergaulan dan lingkungan
  4. berpikir jauh ke depan, memikirkan dampak atau akibat yang akan ditimbulkan, dampak terhadap diri sendiri dan orang lain
  5. memendekkan angan-angan, bukannya tidak boleh berangan-angan, memang kita punya cita-cita tapi ingat Allah yang menentukan,

Semoga dari hal-hal di atas kita bisa mengembangkannya lebih baik, dan atas ijin-Nya kita mampu malakukannya, tapi pada inti dari hal-hal di atas adalah memperbaiki kualitas ibadah kita, karena jika ibadah kita benar maka apa yang kita perbuat pasti akan selalu dijaga, seperti yang termaktub dalam Al Quran, sesungguhnya sholat itu mencegah perbuatan keji dan munkar, a..mi..n..

Semoga artikel ini bermanfaat, kritik dan saran tetap saya butuhkan dari para pembaca sekalian, terima kasih…

Wallahu alam bishshowab..

Jazakumullahu khoiron katsiro..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.